Author: DR.Peter Lau (Founder)
•4:56 PM
Christmas Blessing from PETER LAU SEMINAR.
Everybody in this world loves Christmas season. Some of them love it because it’s a long holiday and they can have a lot time to be spent with their families and get a break time from their job. Some of them love it because it’s the time for big sales. Perhaps they can buy their favorite items at cheap prices. Yet others may love it because they associate it with the time remind themselves of the real love God bestowed upon them through Jesus Christ. Let us hope that as believers, all of us love Christmas because of this last reason. God came to this world through Jesus Christ’s incarnation. The baby Jesus came to redeem our lives by dying on the cross. Christmas is about God’s love in our lives. We were given the good news of great joy of knowing that He gave His only Son who was born and who died in the cross to save our lives from the darkness of this world, and He has set us free from evil.
With all this grace afforded to us, this Christmas time, we pray to God in Jesus Christ so that you may have good health, a heart full of joy and God’s blessings at all times. May the grace of our Lord Jesus Christ, the love of God, and the fellowship of the Holy Spirit be with you all. Thank’s for our relation, cooperation and love at 2011. Gbu.
Syalom,
Rev.DR. Peter Lau (Founder)
Maurice Djaja, S.E (Managing Director)
Erwin Dharmawan, S.Kom.,MM. (Business Director)
Yulianawati, S.E (Finance Director)
|
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:28 PM
8 Characteristics of Healthy Church Systems.
By: Ps. Toni Morgan*
In this article on helping churches get unstuck, I’ve shared the importance of establishing healthy systems. Many churches have a gap between the vision and execution. Without healthy systems, they won’t be able to accomplish God’s vision for their ministry.Within the context of a church, a healthy system is a simple, replicable process to help people move from where they are to where God wants them to be.
Because your organization is unique, there’s no way I can tell you specifically what systems you need to accomplish the vision God has for your church. I can, however, share some common characteristics of healthy systems that may point you in the right direction. With that in mind, here are: 8 Characteristics of Healthy Systems for Churches.
1. They empower leaders to accomplish ministry without always having to get permission.
Without systems, every decision must go back to the senior pastor, the senior management team, the committee, etc. In his book Making Ideas Happen, Scott Belsky said it this way, “The more people who lie awake in bed thinking about your idea, the better. But people only obsess about ideas when they feel a sense of ownership.” Good systems will give leaders the freedom to make decisions within established boundaries.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, 8 Characteristics of Healthy Church Systems .................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:03 PM
Quote for Teacher and Parent :
Let every single of our breath, dedicated to encourage our child and this generation.
Peter Lau, 30 Juli 2011
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•5:58 PM
WHAT WE CAN DO FOR THIS GENERATION?
We often listen to the bad news about young people from the attention of the media. For example, teenagers use drug overdoses and do bad habit at school. When we know these things happened to this generation, we should ask ourselves about things we can do for this generation. We know God loves all of them, God cares about these young people. So, if we want to see a next better generation, I think we have to do something empowering millennials.
I try to write some practical ways below here, and hope in these ways can help us to encourage and mold this millennials generation.
First, accept them with no condition.
Sometimes, we want to accept our young people only with certain condition, if they have good habit or something else. We love if they do things as we like, but we forget, those young people never like their bad condition too, sometimes their situation force them to lives in there.
I first began to understand the depth of a Millennial's yearning for adult connection and how invigorating a downward mentoring relationship could be when I met all the students at Kalam Kudus Christian School Kosambi. Lives with them for 3 years make me improve my understanding about teenagers' lives. For me, I can get a lot of good example from them. Example, young people name Thomas Tjiawi (RIP.19 Sept.2009) and Sintara "Arsenal", and all his friends, they're really wonderful young people. Have a strong motivation to get a better life and want to do something for human life. They are a wonderful example of the hope and promise of this generation of young people.
As a parents or educator today, we have to understand that young people every day face a pressure situation. They are surrounded with bad condition. So, we must accept them with no condition.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "What we can do for this generation? .................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•2:17 AM
EFEK MUSIK PADA TUBUH MANUSIA. Bagian 1.
Oleh : Dr. Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirait, SpKK.
Prakata oleh Dr. Peter Lau :
Berbagai segi pandang kehidupan di dunia ini mengakui bahwa musik merupakan salah satu instrumen yang berperan penting dan memberikan pengaruh bagi perkembangan kehidupan manusia sejak di dalam kandungan sampai usia tua. Oleh sebab itu, tulisan dan penelitian dr. Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirat, SpKK merupakan salah satu tulisan yang perlu kita simak bersama karena memberikan manfaat dan pengetahuan yang lebih bagi kita untuk memahami efek musik terutama dari sisi medis.
Seringkali sebagian orang menilai bahwa jenis musik yang baik didengar itu hanya masalah selera. Namun di lain pihak kita juga menyadari, bahwa musik dapat mempengaruhi kita secara emosi, fisik, mental, dan spiritual. Jenis musik mana yang baik untuk kesehatan emosi, fisik, mental, dan spiritual sering membawa kita pada berbagai kontroversi. Pada kesempatan ini, saya akan sedikit memberikan data-data penelitian mengenai efek musik terhadap berbagai bagian dan fungsi tubuh kita, termasuk bagaimana efeknya terhadap otak, peningkatan berbagai hormon, dan hubungannya dengan ritme tubuh.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Efek musik pada manusia, bagian 1" ..................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•2:16 AM
EFEK MUSIK PADA TUBUH MANUSIA. Bagian 2.
Oleh : dr.Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirait, SpKK.
Prakata oleh Dr. Peter Lau :
Berbagai segi pandang kehidupan di dunia ini mengakui bahwa musik merupakan salah satu instrumen yang berperan penting dan memberikan pengaruh bagi perkembangan kehidupan manusia sejak di dalam kandungan sampai usia tua. Oleh sebab itu, tulisan dan penelitian dr. Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirat, SpKK merupakan salah satu tulisan yang perlu kita simak bersama karena memberikan manfaat dan pengetahuan yang lebih bagi kita untuk memahami efek musik terutama dari sisi medis.
MUSIK DAN PRODUKSI HORMON

Mary Griffith, seorang ahli fisiologi, mengemukakan bahwa hipotalamus mengontrol berbagai fungsi saraf otonom, seperti bernapas, denyut jantung, tekanan darah, pergerakan usus, pengeluaran hormon tiroid, hormon adrenal cortex, hormon sex, bahkan dapat mengontrol seluruh metabolisme tubuh kita. Sebuah studi menemukan adanya peningkatan Luteinizing Hormone (LH) pada saat mendengarkan musik. LH adalah suatu hormon sex yang merangsang pematangan sel telur.
Penelitian lain oleh Satiadarma (1990) dilakukan dengan cara mengukur suhu kulit menggunakan alat Galvanic Skin Response (GSR). Pada saat subyek penelitian mendengarkan musik hingar-bingar, maka suhu kulit lebih rendah dari pada suhu basal (suhu normal individu tersebut tanpa musik). Sebaliknya, ketika musik lembut diperdengarkan, suhu kulit meninggi dari biasanya. Hal ini menunjukkan adanya suatu hormon stress yang dilepaskan oleh otak, yaitu Adrenalin, yang dapat mempengaruhi bekerjanya pembuluh darah di kulit untuk vasokonstriksi (menyempit) atau vasodilatasi (melebar). Pada kondisi stress, adrenalin banyak dikeluarkan dan pembuluh darah kulit menyempit, sehingga suhu kulit menurun. Kesimpulannya adalah jenis musik hingar-bingar dapat menyebabkan kita stress, sedangkan musik lembut memiliki efek menenangkan.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Efek musik pada manusia, bagian 2" ..............
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•2:15 AM
EFEK MUSIK PADA MANUSIA, bagian 3.
Oleh : dr. Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirait, SpKK.
Prakata oleh Dr. Peter Lau :
Berbagai segi pandang kehidupan di dunia ini mengakui bahwa musik merupakan salah satu instrumen yang berperan penting dan memberikan pengaruh bagi perkembangan kehidupan manusia sejak di dalam kandungan sampai usia tua. Oleh sebab itu, tulisan dan penelitian dr. Sondang Aemilia Pandjaitan-Sirat, SpKK merupakan salah satu tulisan yang perlu kita simak bersama karena memberikan manfaat dan pengetahuan yang lebih bagi kita untuk memahami efek musik terutama dari sisi medis.
HUBUNGAN MUSIK DENGAN RITME TUBUH
Sesungguhnya manusia adalah mahluk yang ritmik. Ada siklus gelombang pada otak, siklus tidur, denyut jantung, sistem pencernaan, dan lain-lain yang kesemuanya bekerja dalam satu ritme. Fenomena ritmik ini bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi pada hampir semua mahluk hidup, termasuk tumbuh-tumbuhan. Bila ada gangguan terhadap ritme tubuh ini, maka dapat terjadi berbagai penyakit, seperti diabetes, kanker, dan gangguan pernapasan.
Peneliti David A. Noebel menemukan bahwa ritme musik rock dapat mengganggu kadar insulin dan kalsium dalam tubuh. Sumber makanan otak kita didapat dari gula dalam darah, namun bila darah lebih banyak dialirkan ke organ lainnya, maka otak akan kekurangan gula. Dengan demikian daya pikir dan pertimbangan moral juga menjadi tumpul. Tidak heran bila orang mendengar musik rock dalam sebuah konser, mereka dapat berbuat apa saja, tanpa pertimbangan. Jantung manusia berdenyut 70-80 kali per menit dengan teratur, denyut jantung bila didengar dengan stetoskop akan berbunyi DUG-dug-...... Bunyi pertama lebih keras, bunyi kedua lebih lemah, diikuti fase istirahat. Musik yang baik memiliki ritme DUG-dug-DUG-dug untuk 4/4 dan DUG-dug-dug untuk 3/4. Ini adalah jenis irama yang sehat, karena sesuai dengan ritme tubuh. Musik rock memiliki ritme yang terbalik, dug-DUG-dug-DUG. Ritme yang lebih keras jatuh pada ritme ke-dua dan ke-empat. Atau dug-dug-DUG, sehingga ritme keras jatuh pada ritme ke-tiga, dikenal dengan istilah "back beat"/anapestic beat. Ritme keras bahkan dapat jatuh pada sembarang tempat, disebut sebagai "break beat". Ritme demikian berbahaya bagi tubuh, karena berlawanan dengan ritme tubuh yang sehat.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, " Efek musik pada manusia, bagian 3" ................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:03 PM
Quote For Christian :
TAK ADA BADAI KEHIDUPAN YANG AKAN MEMBUAT ORANG PERCAYA GOYAH DAN GENTAR,
KARENA ADA DALAM TANGAN KRISTUS YESUS, TUHAN YANG KUAT.
Peter Lau, 3 Mei 2011
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•2:57 PM
Quote for Teacher and Parent :
Setiap pengajaran kita kepada seorang anak tentang : siapakah Allah, siapakah dirinya, bagaimanakah konsep dan value kehidupan (etika dan moral) yang harus dimilikinya dalam masyarakat serta konsep dunia kekekalan (apa yang akan terjadi di dalam dan melalui kematian), PASTI mempengaruhi arah, target, nilai dan konteks kehidupan masyarakat yang akan datang.
Peter Lau, 20 Februari 2008
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•4:01 PM
BUILDING CHILDREN THROUGH CHRISTIAN CHARACTER AT CHRISTIAN SCHOOL.
One day, parents came to my office and asking for their child education. They was talking about our service and teaching methode at school. I know they are a good parents and concern about their child education, especially Christian education. We often share our school mission about Christian education. So, they want to know how we do that Christian education. They want to know what the basic of Christian education at our school. Maybe this concern not just from these parents, I'm sure all of us care about this topic. If there is a school said they are a Christian school, or Christian education curriculum, we should know what they means about Christian education, especially concern about Christian character building. So, here I try to write some basic point about Christian character building that we can use or think at Christian school. What we should do?Christian curriculum about charater building is must based on 3 things :
1. All teacher or educator must be a believer and have a Christian life.
If we want our children become a person who have a Christian character like our savior Jesus Christ, we must start from that educator. All person at that Christian school must receive Jesus Christ become his personal savior, and with pass their time, they must have a progress spiritual life in Jesus Christ character. With all of that thing, we can hope that educator or teacher have a commitment to transfer their life to our children. I'm sure all of us like and hope our beloved child can face the situation at their world. We hope our children can grow up and become a tough people, like a lighthouse can face storm, heavy rain and all bad weather at the sea. With all the hard circumstances, the lighthouse still stand firm and unshakeable. For this hope, teacher at that christian school must have spiritual life grow in their life. With this condition, they can commit to regularly pray for the students will grow in loving relationship to God. With this life, they can encourage children to have a positive life and become a person who always lean on God.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Building Children through Christian Character at Christian School.".................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:01 AM
Quote For Christian :
GEREJA BISA MELAKUKAN PEMBUNUHAN KARIR DAN KARAKTER SESEORANG, SAMA SEPERTI YANG DILAKUKAN DUNIA. SEBAB ITU, HENDAKNYA SETIAP ORANG PERCAYA MEMILIKI KEWASPADAAN DAN KEPEKAAN HATINYA UNTUK MENDENGARKAN SUARA KRISTUS, SANG PEMILIK GEREJA.
Peter Lau, 23 Februari 2011
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•10:51 PM
Melatih anak memiliki sikap mandiri dan berani.
Keramaian ruang tunggu airport bandara Polonia, di Medan menjelang liburan sekolah merupakan waktu yang tepat bagi saya untuk melatih Josh, anak saya yang baru berumur 4 tahun agar memiliki sikap mandiri dan berani. Pesawat yang akan membawa kami menuju Jakarta ternyata harus delay selama 50 menit dari waktu yang telah ditentukan. Kesempatan itu segera saya manfaatkan untuk melatih Josh dengan memintanya menjaga barang-barang bawaan kami dan dirinya sendiri. "Papa pergi ke toilet dulu ya, tolong Josh jaga semua barang kita dan tunggu papa kembali, ok?" demikian kataku kepadanya. Ia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti. Saya segera meninggalkannya menuju toilet. Ketika keluar dari toilet, saya mencari tempat duduk yang agak jauh dari tempat duduk semula, namun tempat itu cukup jelas untuk memantau apa yang sedang dilakukan dan dialami oleh Josh. Saya membiarkan dia sendirian selama kurang lebih 30 menit. Sebenarnya saya ingin membiarkan ia lebih lama lagi, namun matanya menangkap keberadaan saya di tempat itu, dan ia segera melambaikan tangannya, seakan berkata "hai, papa..." sambil tersenyum-senyum. Karena saya sudah ketahuan dari tempat "sembunyi" saya, maka saya beranjak dari tempat duduk itu mendekati dia dan segera bertanya kepadanya,"Bagaimana Josh selama papa pergi? Apakah Josh ada rasa takut?" Dia menjawab saya dengan wajah tersenyum, "Tidak papa. Josh tidak takut." "Bagus" demikian kata saya.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Melatih anak memiliki sikap mandiri dan berani".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:48 AM
UNTUKMU, PARA PAHLAWAN PENDIDIKAN !
Jam pelajaran telah usai, namun tidak seorangpun bergerak dari tempat duduknya. Semua enggan pergi dari tempat itu. Bukan karena udara sejuk pagi menjelang siang, bukan karena “sudah duduk lupa berdiri”, dan bukan karena indahnya pemandangan alam sekitar, namun karena Dia, Sang Guru yang demikian mempesona dalam pengajaranNya. Semua mata memandang sang Guru dengan tatapan mengharap Dia lebih banyak lagi berkata-kata. Sungguh, setiap ucapanNya mendatangkan kedamaian dan ketenangan bagi sanubari. Setiap kali sebuah ucapan keluar dari mulutNya, mendatang berkat bagi yang mendengarNya. Dia, Sang Guru Agung dicatat sebagai seorang guru yang mengajar dengan penuh kuasa, tidak seperti para tokoh agama, yang mengajar namun tidak hidup dalam pengajaran tersebut.
Adakah kita sebagai guru dapat mempesona setiap murid kita, sebuah pesona karena pengajaran dan ucapan yang selalu mendatangkan berkat bagi setiap mereka?
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, Untukmu, Para Pahlawan Pendidikan .....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•1:18 AM
PERBANDINGAN FONDASI DAN FILOSOFI PENDIDIKAN KRISTEN DENGAN METODE MONTESSORI
(Suatu tinjauan praktis filosofis)
Oleh : Yulianawati, SE. *
Seorang pendidik Kristen, terkadang hanyut dengan berbagai filosofi dan metode pendidikan yang ada saat ini, sehingga akhirnya menjadi bingung harus menggunakan filosofi dan metode mana yang tepat untuk mengajar setiap anak didiknya di sekolah. Teaching clinic ini bertujuan untuk membandingkan dan memeriksa apakah filosofi dari metode Montessori yang digunakan pada jenjang pendidikan TK (Taman Kanak-Kanak) sesuai dan sejalan dengan filosofi pendidikan Kristen yang seharusnya. Urgensitas kebutuhan untuk melihat filosofi metode tersebut dilatarbelakangi oleh pemahaman bahwa spiritual dalam filosofi (spiritual core) akan menghasilkan cara pandang (worldview), cara pandang akan menghasilkan budaya (culture), dan budaya akan menghasilkan perilaku & kebiasaan (habits and customs). Artinya, sebuah filosofi dalam pengajaran akan membentuk perilaku dan kebiasaan cara seorang guru mengajar. Berdasarkan kepentingan inilah, kita perlu memahami arti sesungguhnya kata filosofi.
Pengertian Filosofi
Kata "philosophy" berasal dari bahasa Yunani φιλοσοφία (philosophia), yang literary berarti "love of wisdom" (kecintaan akan kebijaksanaan) atau dapat juga didefinisikan sebagai: sebuah pencarian akan kebenaran dan prinsip keberadaan (what is the ultimate reality?), sebuah pencarian akan pengetahuan (what can be known and how?), sebuah pencarian akan prilaku manusia (how ought we to live?).
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, Fondasi dan Filosofi Pendidikan Kristen dengan Metode Montessori .....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:23 PM
Quote For Christian School :
Badan Pengurus Yayasan adalah Inspirator
Pendidik adalah Iluminator
Pegawai & Karyawan adalah Kontributor
Semua bergandengan tangan menjadi MEDIATOR pekerjaan Kerajaan ALLAH.
Peter Lau, 03 September 2007
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:54 AM
MELATIH ANAK-ANAK KITA MENJADI ANAK YANG SOPAN.

Saya berpikir dengan keras. Apa yang salah? atau lebih tepatnya, siapa yang salah?. Siang itu, saya mendengar seorang anak remaja berteriak dengan sangat keras kepada orangtuanya. Nada marah tanpa peduli lagi etika kesopanan dan perkataan yang emosional demikian mudah keluar dari mulut sang anak. Sekilas, saya membayangkan wajah merah padam menghiasi sang pemilik teriakan tersebut. Helaan nafas yang berat terhembus melalui saluran pernafasan saya ketika menyaksikan peristiwa yang demikian. Sungguh, sikap yang sangat tidak sopan dari seorang anak kepada orangtuanya. Saya memang tidak tahu apa persoalan yang sedang terjadi, namun saya percaya, bagaimanapun kesalahan orangtua, kita tetap harus menghormati dan bersikap sopan kepada mereka. Berbicara mengenai sikap orangtua, saya pribadi memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan. Namun di hari ini, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa apapun yang telah terjadi, misalnya ketidakbijakan dan cara-cara yang salah dalam proses pendidikan dari orangtua terhadap saya, ataupun ketidakmampuan orangtua menunjukkan kasihnya, saya berprinsip bahwa kita tetap harus menghormati dan bersikap sopan dengan mereka. Sebagaimana Firman Tuhan memberikan perintah, "Hormatilah ayah dan ibumu." (Keluaran 20:12)
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Melatih anak-anak kita menjadi anak yang sopan.....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:30 PM
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:40 PM
MENGHADIRKAN MANUSIA KOTA ALLAH DI SEKOLAH KRISTEN
YULIANAWATI, S.E. *
Augustinus (354-430), merupakan salah satu pemimpin gereja yang genius. Ia berhasil mengeluarkan pemikiran-pemikiran Alkitabiah yang menentang arus 2 kebudayaan besar yang berkuasa yaitu Yunani dan Romawi, mampu membela iman Kristen dari serangan-serangan ajaran sesat seperti Arian, Manichaesiame, Donatisme dan Pelagianisme, melalui 2 karya terbesarnya yaitu On the Trinity (De Trinitate) dan City of God (Civitas Dei).
Dalam tulisannya, Augustinus dengan brilian memaparkan hubungan antara prinsip Trinitarian dengan konsep Kota Allah. Prinsip Trinitarian berkata bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus berarti satu kesatuan ilahi dan satu substansi yang sama, sebab itu bukan tiga Allah melainkan satu Allah, sedangkan konsep dua kota dalam Civitas Dei menjelaskan perbedaan antara 2 jenis kota yang bersifat imortal & spiritual yaitu Kota Allah dan Kota Dunia. Berikut ini adalah perbedaan antara Kota Allah dan Kota Dunia.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Menghadirkan Manusia Kota ALLAH di sekolah Kristen.....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•1:44 AM
Pelajaran renang, sebuah kebutuhan atau sekedar "trend" untuk meningkatkan popularitas sebuah sekolah ?
Dalam dunia pendidikan saat ini, dengan mudah orang tua dapat menemukan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh sebuah lembaga pendidikan yaitu sekolah. Mulai dari kurikulum "plus", sarana prasarana yang "wah" dan tenaga pengajar yang "super". Ada yang menamakan dirinya sekolah plus dan ada juga yang menyampaikan standar sekolahnya sebagai sekolah international. Hampir semua sekolah tidak lagi malu-malu untuk menginformasikan berbagai kelebihan yang dimilikinya dibanding dengan sekolah lain. Setiap akhir tahun pelajaran, berbagai iklan tentang sebuah sekolah ramai menghiasi halaman-halaman media massa, bahkan sampai media eletronik. Hal ini memang lebih banyak terjadi pada sekolah-sekolah di kota besar, namun tidak berarti sekolah di tingkat kotamadya dan kabupaten tidak melakukan hal ini. Hanya saja, mungkin kualitas dan kuantitas informasi disajikan lebih sederhana.
Dalam tulisan ini, saya tergerak untuk menyoroti masalah pelajaran renang dan sarana kolam renang yang dimiliki oleh sekolah tertentu. Pemikiran yang ingin dicapai adalah apakah pelajaran renang bagi anak usia dini memiliki manfaat dan perlu diterapkan dalam kurikulum sekolah ?.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, Pelajaran renang, kebutuhan atau sekedar sarana popularitas sekolah?.....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:15 PM
Quote For Teacher and Christian School :
Seorang siswa di sekolah kita menunjukkan kepercayaan satu masyarakat bagi kita
Peter Lau, 12 Juli 2008
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:54 AM
Mengenal dan Mengenang Pdt.Dr. Andrew Gih
Pdt. Dr. Ji Zhiwen, atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Pdt. Dr. Andrew Gih, lahir pada tanggal 10 Januari 1901 di Shanghai. Ayahnya, Ji Youren, seorang ahli ajaran Konfusius, membuka sebuah sekolah di rumahnya. Sejak kecil, Andrew menerima pendidikan Konfusius tradisional dari ayahnya. Ibunya seorang Buddhis, vegetarian, orang yang berbudi dan berpikiran terbuka. Di rumah mereka masih terdapat plakat-plakat leluhur dan mereka masih merayakan perayaan-perayaan tradisional serta berdoa untuk arwah leluhur. Di masa muda, Andrew adalah seorang yang pendiam serta tidak banyak bersosialisasi. Ia sering diajak ibunya ke biara untuk membakar dupa dan mendengarkan para rahib membacakan doa; namun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik bahkan dapat dikatakan dingin terhadap hal-hal keagamaan.
Orang tua Andrew Gih memiliki empat orang putera dan tiga orang puteri, tiga di antaranya meninggal pada waktu bayi. Sebagai anak tertua, ia menyaksikan jasad adik-adiknya yang dimasukkan ke dalam peti mati dan dikuburkan. Ia melihat wajah-wajah sedih dan air mata orang yang melayat. Walaupun ia belum mengerti makna dari kematian, namun pertanyaan tentang mengapa orang mati dan apa yang terjadi setelah mereka mati mulai tertanam di dalam hatinya.
Pada usia dua belas tahun, ayahnya mengalami sakit keras, dan tidak lama kemudian ayah pun meninggal. Setelah kematian ayahnya, Andrew membantu ibunya dari pagi hingga malam hari bekerja keras bercocok tanam dan menjahit baju untuk menghidupi keluarganya. Sebagai anak yang berbakti, hatinya terharu ketika menyaksikan ibunya harus bekerja keras seorang diri, maka ia berjanji bahwa setelah dewasa nanti ia akan menghasilkan uang yang banyak untuk membalas kebaikan ibunya.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, Pdt.Dr.Andrew Gih/Ji Zhi Wen.....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:42 PM
Quote For Christian :
Sebagai orang percaya di dalam Kristus Yesus, setiap pekerjaan yang dilakukan oleh kita memiliki NILAI KEKEKALAN.
Peter Lau, 7 April 2010
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•10:31 PM
MENYUSUN PUZZLE KEHIDUPAN ANAK KITA.
Mata saya terus mengikuti apa yang sedang dikerjakan oleh putra kami. Saya memperhatikan mimik wajah Josh yang selalu berubah takkala ia mengambil potongan demi potongan puzzle yang sedang ia susun. Tangannya yang kecil berusaha keras mencocokkan setiap potongan puzzle tersebut dengan gambar yang disediakan dalam buku cerita dipegangnya. Mata dan seluruh organ tubuhnya difokuskan untuk menyelesaikan susunan puzzle tersebut. Berbagai reaksi timbul selama ia mengerjakan puzzle tersebut, ada kalanya ia frustasi dan berkata dengan suara keras, "Bagaimana ini?", namun ada kalanya ia tersenyum ketika potongan demi potongan puzzle dapat ia letakkan tepat pada tempatnya.
Melihat apa yang sedang dilakukan oleh anak kami, Josh, saya mulai memikirkan kondisi dan peran kita sebagai orangtua bagi anak-anak kita. Mungkin apa yang sedang dikerjakan oleh Josh dapat memberikan kepada kita gambaran mengenai tugas dan tanggung jawab kita sebagai orangtua. Saya mulai membandingkan antara menyusun potongan puzzle dengan mendidik dan membesarkan anak kita di jaman post millenium ini. Kita seakan-akan sedang berusaha menyusun potongan puzzle kehidupan anak kita. Saya memikirkan bahwa Allah telah menetapkan rencana yang terbaik dan terindah bagi anak kita. Hal ini juga berlaku bagi diri kita.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, Menyusun puzzle kehidupan anak kita.....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•10:11 PM
BELAJAR MENJADI SEORANG AYAH.
(Sekilas Bunga Rampai Kehidupan)
"I had rather be on my farm than be emperor of the world".
George Washington, presiden pertama Amerika Serikat.

17 Januari 2010, 14.30-15.50 WIB. Menikmati gengaman tangan kecil Josh membuat saya memahami apa yang dikatakan dan dirasakan oleh George Washington. Hasil pemikirannya bahwa menghabiskan waktu di rumah sendiri (atau waktu bersama dengan keluarga) jauh lebih berbahagia dari pada menjadi kaisar di dunia ini sungguh tepat bagi saya secara pribadi. Kedalaman perasaan itulah yang membuat saya terus memegang tangan Josh menyusuri pertokoan di jalan Haranggaol. Minggu sore itu, kawasan wisata Prapat di propinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan keindahan panorama Danau Toba cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal. Bis karyawisata yang membawa rombongan anak-anak sekolah berhenti tepat di depan toko yang baru saja kami singgahi. Melihat rombongan anak-anak remaja usia sekolah dan mobil angkutan umum yang lalu lalang di jalan tersebut, saya memutuskan mengendong Josh di pundak untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Dari pengamatan saya, kelihatannya rombongan karyawisata siswa tersebut hanya didampingi oleh satu suster katolik dan ia pun sibuk masuk keluar dari satu toko ke toko lain. Mungkin ada keperluan mencari oleh-oleh bagi keluarga atau sanak famili sehingga perhatiannya tidak tertuju untuk menjaga anak-anak remaja tersebut. Hanya kira-kira 10 menit duduk di pundak saya, Josh meminta turun dan mau berjalan sendiri. Setelah kakinya menapaki jalan aspal tersebut, ia segera berjalan sekehendak hatinya. Saya menuruti keinginannya sekali lagi untuk menyusuri toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan tersebut. Tiba-tiba ia bertanya, "Papa, apa ini?" sambil jarinya menunjuk ke satu benda yang ia maksudkan. Mata saya menatap benda tersebut dan berkata, "plastik permen". "Oh...lalu apa ini?" ia menanggapi jawaban saya dan kembali bertanya, "apa ini?". Saya menjawab lagi, "kulit mangga". Ia bertanya lagi,"apa ini?", saya jawab,"kulit kacang.". "Apa ini?", "kotak rokok". "Apa ini, papa?", "bungkusan permen.", "Apa ini?", "bungkus permen.", "Apa ini?", "Bungkus rokok.", "Apa ini?"..."Apa ini?" dan "Apa ini?"...
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Belajar menjadi seorang ayah ".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:36 PM
Quote For Christian School :
Semakin tinggi nilai kepuasan orangtua siswa menunjukkan semakin profesional pelayanan kita.
Peter Lau, 28 Januari 2009
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•10:11 PM
MENERAPKAN DISIPLIN DENGAN TEPAT BAGI ANAK.

Sebagai orangtua dan guru, tidak mungkin kita tidak menerapkan disiplin kepada anak kita. Disiplin merupakan tindakan pertanggungjawaban status atau posisi atas kepercayaan dari Allah bagi orangtua atau guru. Kita harus memandang bahwa disiplin adalah suatu proses yang positif untuk membentuk seorang anak menjadi pribadi yang memiliki integritas dan tangguh untuk menjalani kehidupannya serta memberikan pengaruh positif bagi orang lain. Disiplin adalah pernyataan keseimbangan kasih dan keadilan serta kepedulian yang harus dilakukan oleh seorang guru dan orangtua bagi anak demi pembentukan jati diri yang mandiri dan pertumbuhan karakter kristiani yang mendatangkan kehidupan bagi sesama.
Sebagai pendidik dan orangtua yang baik, kita mengerti bahwa tanpa disiplin maka anak kita akan tumbuh menjadi anak yang tidak terkontrol dan tidak belajar memiliki tanggung jawab di dalam kehidupannya. Disiplin juga berarti menerapkan suatu batasan bagi seorang anak. Dr. Hendry Cloud dan Dr. John Townsend dalam bukunya Boundaries with kids, menyampaikan bahwa, "Batasan menjelaskan di mana batas akhir seseorang dan di mana batas awal orang lain. Batasan-batasan bukanlah sifat lahir anak-anak". Agar anak memahami dan mengenal diri mereka dan apa yang menjadi tanggung jawabnya, maka orangtua harus memiliki batasan-batasan atau saya menyebutnya sebagai penerapan disiplin praktikal.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Menerapkan disiplin dengan tepat bagi anak".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:15 AM
PRINSIP MENGAJAR ANAK MEMBACA SEJAK BALITA.
Apakah yang anda rasakan ketika anda melihat seorang anak umur 1 tahun dapat mengerti arti sebuah kata yang diberikan kepadanya? Sekalipun ia belum dapat mengucapkan kata tersebut, namun ia mampu memahami dan menunjukkan arti kata yang dimaksud oleh kita? Apakah yang anda pikirkan ketika anda menyaksikan seorang anak berumur 2 tahun dapat membaca kata demi kata yang diberikan kepadanya? Apakah yang anda ingin ketahui ketika anda menyaksikan seorang anak berumur 3 tahun mampu membuat dan membaca kalimat sederhana melalui keyboard komputer ataupun papan ketik handphone? Hanya anda yang bisa menjawab. Namun secara pengalaman pribadi, sampai hari ini, saya masih terkagum-kagum oleh kemampuan anak kami, Josh. Kemampuannya membaca dari hari ke hari semakin mengagumkan dan perbendaharaan kata yang semakin banyak membuat saya tidak habis mengerti betapa luar biasanya kemampuan otak dari Sang Pencipta kepada seorang anak yang berumur 3 tahun. Sebagai pendidik, saya tahu bahwa otak manusia terdiri dari dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Keduanya terbelah persis di tengah kepala, dari depan ke belakang.
Saya juga tahu, bahwa otak manusia itu memiliki 1 triliun sel otak, yang terdiri dari 100 milyar sel aktif, dan 900 milyar sel yang menghubungkannya. Selain itu manusia juga memiliki Multiple Intelengence, bakat dan minat serta talenta. Namun saya tetap tidak habis berpikir bagaimana caranya Allah membuat ia mampu mengikuti pelajaran yang disusun oleh ibunya, bahkan lebih dari itu, Josh juga mengerti kehidupan kami, ia tahu bahwa kami harus bekerja, ia tahu tidak boleh menganggu ayahnya kalau sedang beristirahat, ia mengerti dan bersimpati bila ibunya mengalami kesakitan, dan dari sisi intelektualitas, di usianya yang masih dini, ia mampu menghafal beberapa cerita yang tertulis dalam buku cerita yang pernah dibacakan baginya, ia mampu mengerti arah dan mengenali tempat dengan detail, ia mampu menghafal dialog film-film Barney, Diego dan cerita heroik (Reki Ranger ataupun Ultraman). Anak kami Josh, mampu mengingat setiap kisah dan urutan kalimat dalam buku cerita ataupun film tersebut dengan tepat.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Prinsip mengajar anak membaca sejak balita".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:06 AM
Quote For Everyone :
Sebuah kata yang terucap dapat menjadi obat kehidupan atau racun kematian bagi sesama.
Peter Lau,26 November 2009
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•8:45 AM
Prakata : You'll never be lonely merupakan seri tulisan kisah nyata yang ditulis oleh para remaja sendiri bersama saya tentang keteguhan perjuangan dalam kehidupannya untuk mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan Allah. Kiranya kesaksian yang diberikan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, terutama para remaja di bumi ini.
KAMU INI SAMPAH.....!
(Dikisahkan oleh Lukas)
Plak.....sebuah tamparan keras disertai dengan perkataan, "Dasar, tidak berguna, tidak tahu diri, sudah besar tetapi tidak bisa apa-apa. Lebih baik kamu keluar dari rumah ini, rumah ini tidak menampung orang yang tidak berguna, di rumah ini tidak ada yang numpang hidup. Dasar sampah."
Pukulan itu tepat mendarat di bagian belakang kepalaku, rasa sakit dan pening menyebabkan sekelilingku rasanya berputar dengan cepat. Telingaku berdenging. Namun bukan hanya pukulan itu yang menyakitkan, tetapi perkataan yang keluar dari mulut ayahku jauh lebih menyakikitkan dan meninggalkan luka yang dalam di hati ini. Aku ingin menjerit saat itu ,namun rasanya semua tertahan ditenggorokan ini. Tak ada suara apapun yang keluar dari mulutku.
Aku tahu, mataku tidak meneteskan air mata namun memerah, memandangi ayahku dengan luapan emosi,tanganku bergetar dan panas tubuhku meningkat dengan cepat, suara nafasku terndegar dengan jelas. Hatiku berkali-kali menjerit."Memangnya aku ini minta dilahirkan, memangnya aku ini ingin hidup sebagai anakmu,aku juga tidak sudi engkau jadi ayahku, Apa yang pernah engkau berikan padaku? Kalau engkau ingin aku menjadi orang, mana pernah kamu mengajariku sopan santun, pernahkah engkau mengajariku berbicara dengan nada yang baik terhadap orang lain, atau bagaimana caranya berdagang yang baik? Kapan engkau peduli terhadap pelajaranku di sekolah, pernahkah engkau bertanya bagaimanakah nila-nilai raporku? Tahukah engkau bahwa setiap kali aku makan, makanan itu begitu susah ditelan karena penghinaanmu? Tidak, engkau tidak pernah memberikan apapun kepadaku, engkau tidak pernah mengajariku apapun tentang hidup ini.. dan engkau tidak pernah peduli kepadaku... Lalu kenapa aku dinilai tidak berguna? Engkau...engkau tidak pantas menilaiku....engkau tidak pantas menjadi seorang ayah,...dan engkau tidak pantas menjadi ayahku..."Semua kalimat itu hanya tertahan di tenggorokanku,ditelan oleh kemarahanku. Aku melihat ibuku menangis, aku tahu ia juga merasa tidak berguna. Ia tidak bisa melindungi anaknya,dan ia tidak bisa juga membenarkan tindakan suaminya.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Kamu ini sampah".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:38 PM
MARI BERKATA YANG BAIK.
Ada satu hal yang saya belajar dari Pdt. Jesaya Abdi Ch.Djajadihardja(gembala sidang GKMI Anugerah,Jakarta) ketika saya mendapat kesempatan pelayanan di gereja tersebut. Beliau memiliki satu kebiasaan yang sungguh baik yaitu selalu berkata, "Bagus, bagus...". Kebiasaannya memberikan dorongan bagi orang lain merupakan hal yang memberkati dan memberikan motivasi selama saya pelayanan di sana. Setiap kali bila beliau menanyakan hasil ataupun progres perkembangan program gereja kepada saya, dan ketika saya selesai menyampaikannya, beliau selalu berkata, "bagus...bagus..".
Mendengar perkataan tersebut, sungguh mendatangkan kelegaan dan kepuasan bagi diri, sekalipun kita tahu bahwa perkembangan pelayanan kita belum maksimal, dan anehnya, justru dengan berkata demikian, semakin membuat saya giat untuk melayani. Perkataan itu memberikan kekuatan dan dorongan yang melahirkan energi baru bagi diri saya. Sejak melayani di tempat beliau, saya belajar untuk selalu mengatakan hal-hal yang baik dan mampu memotivasi orang lain.
Kebiasaan ini juga dilakukan oleh Kristus Yesus. Jikalau kita memperhatikan dengan seksama bagaimana pelayanan Kristus dan apa yang dikatakannya, kita akan dengan mudah mendapatkan bahwa di dalam setiap kesempatan yang ada, Kristus selalu memberikan perkataan yang menghibur, menguatkan dan memotivasi orang lain untuk selalu maju dan berjuang di dalam kehidupan ini.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Mari berkata yang baik".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•12:29 AM
Quote For Everyone :
Mengejar kepuasan duniawi akan mendatangkan kehampaan sanubari.
Peter Lau,3 Desember 2009
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•11:06 PM
IMAN YANG MEWASPADAI DUNIA.
Suatu hari, ketika saya baru saja keluar dari ATM(Automatic Teller Machine) di kota Anjungan, Kalimantan Barat, seorang pria paruh baya dengan aksen bahasa melayu Malaysia menghampiri dan meminta tolong kepada saya untuk menjadi mediator dalam sebuah transaksi jual beli. Ia menyatakan kesulitannya melakukan transaksi tersebut karena sang penjual berbicara dalam bahasa Dayak. Sebelum saya memberikan jawaban atas permintaannya, pemuda yang berdiri disampingnya segera mendekati saya lalu berbicara dalam bahasa dayak Ahe bahwa ia mau menjual sesuatu kepada orang Malaysia tersebut. Melihat ekspresi wajah yang menunjukkan kesungguhan meminta tolong, maka saya menyatakan kesediaan untuk membantu mereka. Setelah kami bertiga duduk di sebuah warung kopi, maka pemuda dayak itu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong hitam yang dia bawa. Benda tersebut adalah sebuah taring babi hutan yang berwarna putih mengkilat.
Tanpa membuang waktu, pemuda Dayak tersebut lalu bercerita bahwa taring babi hutan itu memiliki kekuatan magis yaitu barang siapa yang memiliki dan memegang taring babi hutan tersebut akan kebal terhadap senjata tajam, baik itu pisau maupun peluru. Kalimatnya terpotong karena pria Malaysia tersebut meminta saya menjelaskan perkataannya. Sambil memberikan penjelasan, saya melihat pemuda Dayak tersebut mengeluarkan pisau dari dalam bajunya. Lalu ia menyambung kalimatnya bahwa ia akan membuktikan apa yang dikatakannya adalah benar. Selesai ia berkata demikian, saya segera menerjemahkan perkataannya kepada pria tersebut sebab raut wajahnya menunjukkan ia ingin tahu apa maksud pemuda Dayak tersebut mengeluarkan pisau.
Melihat saya menerjemahkan dan memberi penjelasan kepada pria tersebut, sang pemuda Dayak tersebut diam sebentar. Lalu pria Malaysia tersebut meminta saya menyampaikan bahwa ia ingin sekali melihat bukti kehebatan dari taring babi hutan tersebut. Segera saya menyampaikan maksud itu kepada pemuda Dayak.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Iman yang mewaspadai dunia".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•3:12 AM
MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK MELALUI HAL SEDERHANA
Pada saat ini, bukan merupakan hal yang aneh bila kita mendapati ada anak-anak TK atau SD kelas 1 yang begitu padat jadwal kegiatannya. Pagi hari pergi ke sekolah, lalu les membaca,menulis, berhitung dan mengambar setelah tidur siang, kemudian dilanjutkan dengan les piano atau biola pada malam hari. Demikian aktivitas sang anak setiap hari. Ketika mendapatkan fakta ini, saya sering berpikir, apakah memang perlu demikian?. Saya percaya orangtua memiliki maksud yang baik bagi anaknya, yaitu berusaha meningkatkan kecerdasan anaknya dengan berbagai metode pembelajaran yang dipromosikan oleh lembaga pendidikan non formal, namun apakah cara demikian tepat untuk menolong anak kita tumbuh semakin cerdas atau jangan-jangan malah membuatnya menjadi kelelahan sehingga justru mengakibatkan ia tidak maksimal dalam menyerap materi pelajaran? dan lebih mengenaskan lagi, bila ternyata apa yang kita lakukan sama sekali tidak menolongnya untuk menjadi semakin cerdas. Tentu hal ini perlu kita kaji secara mendalam.
Berikut ini ada beberapa cara sederhana yang saya harapkan dapat menjadi saran dan pertimbangan untuk dilakukan oleh orangtua supaya dapat meningkatkan kecerdasan(kecerdasan intelektual, emosi, moral dan spiritual) yaitu :1. Arahkan ia lebih banyak berbicara tentang apa yang ia pikirkan.
Sebagai orangtua, sering kali kita merasa agak terganggu ketika anak kita bicara terlalu banyak. Apalagi bila ia berbicara kepada kita di saat kita sedang sibuk ataupun marah dan tidak memiliki mood untuk berbicara. Biasanya saat itu kita akan memerintahkan ia untuk diam. Namun tahukah kita, bahwa dengan melakukan hal demikian, kita justru menghambat pertumbuhan kecerdasannya. Seperti yang disebutkan di atas, kecerdasan manusia tidak hanya berbicara mengenai kecerdasan intelektual saja, namun juga kecerdasan emosi, moral dan spiritual. Kita tahu bahwa masa kanak-kanak merupakan masa terbaik baginya untuk membentuk dan meningkatkan kecerdasannya. Masa kanak-kanak merupakan masa di mana ia perlu banyak mendapat kesempatan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi lingkungannya, dan hasil pembelajaran melalui panca inderanya perlu diekspresikan keluar, dan salah satu caranya yaitu berbicara. Sebab itulah, hendaknya kita sebagai orangtua jangan selalu melarang anak kita berbicara atau berkomentar tentang sesuatu. Sikap yang tepat adalah kita mengarahkan pembicaraan atau komentarnya atas sesuatu. Kalau pun ada komentar atau pembicaraan yang tidak sopan, hendaknya kita tetap menghargai dirinya. Jangalah memarahi ia dihadapan orang lain atas komentarnya, apalagi di depan muka orangtua temannya. Berikanlah rasa aman kepadanya untuk menyampaikan pendapat dan mendiskusikan sesuatu.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Meningkatkan kecerdasan anak melalui hal sederhana".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•9:13 AM
Prakata : You'll never be lonely merupakan seri tulisan kisah nyata yang ditulis oleh para remaja sendiri bersama saya tentang keteguhan perjuangan dalam kehidupannya untuk mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan Allah. Kiranya kesaksian yang diberikan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, terutama para remaja di bumi ini.
KETIKA PENCOBAAN ITU DATANG KEPADAKU
(dikisahkan oleh Yuliana)
"Setiap pencobaan akan dapat dilalui bersama Tuhan, tapi koq......"
Sebagai manusia yang penuh dengan ketidaktahuan ini, terkadang saya merasa bingung dan dipermainkan Allah. Dalam kehidupan ini semakin lama semakin banyak persoalan ataupun masalah yang melukai hati ini. Kadang aku berpikir, di masa remaja ini saja sudah begitu banyak masalah, apalagi nanti ketika aku dewasa. Aku membayangkan, akan semakin berat dan rumit persoalan yang harus kuselesaikan. Selesai satu masalah, muncul lagi masalah yang lain. Bahkan terkadang satu masalah belum selesai, sudah muncul masalah baru. Bukankah pencobaan yang kita alami seharusnya tidak akan melebihi kekuatan kita? Lalu kenapa saya bisa jatuh? Apakah usaha saya tidak cukup keras?
Namun dibalik semua itu, saya menyadari satu hal, saya sedang diajar oleh Tuhan. Pencobaan yang ada dipakai oleh Tuhan untuk mengasah dan mempertajam diri saya supaya semakin kuat, teguh dan memperoleh kemenangan di masa depan. Hidup memang sebuah tantangan. Ketika orangtua dan teman-teman tidak mendukung saya dalam sebuah perbuatan yang benar,atau ketika Iblis mengeluarkan jurus-jurus lihainya dalam menjatuhkan saya (I Petrus 5:8), saya tahu bahwa di sana ada Allah bersamaku. Mungkin diluar saya dapat terlihat kuat, namun di dalam diri ini siapa yang mengerti. Kekosongan dan kehampaan tanpa Yesus. Saya tidak tahu seperti apa saya sekarang jikalau tanpa Dia. Mungkin saya sudah tidak dapat lagi menulis kesaksian ini, karena saya pernah berpikir untuk mengambil jalan pintas dalam mengakhiri hidup yang penuh penderitaan ini. Namun suaraNya yang sangat lembut selalu mengingatkan apa yang harus saya lakukan. Dibalik pergumulan itu ada pelajaran berharga.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Ketika pencobaan datang kepadaku".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•10:20 PM
PRIBADI YANG PRIORITAS DI KEHIDUPAN INI.
(Sebuah perenungan untuk karya hari ini)
Mengejar kepuasan duniawi akan mendatangkan kehampaan sanubari.(Peter Lau,3 Des 2009).
Malam menjadi semakin gelap karena sinar bintang dan rembulan yang terhapus oleh kepekatan awan. Orang-orang berjalan hidir mudik di jalan raya tanpa peduli hembusan angin malam yang menusuk di hati. Desah nafas menguap dikeheningan malam nan sunyi. Sunyi yang timbul dari dalam hati. Kesunyian yang berdampingan dengan kehampaan nurani. Malam itu seharusnya aku bersukacita, karena sebuah prestasi yang berhasil kuraih. Wajah-wajah yang tersenyum dan perkataan yang memuji diri ini, tiada mampu mengusir kehampaan sanubari. Tangan-tangan yang terulur menyalami tak meninggalkan kesan dan memori yang berarti. Ya...malam itu semua menjadi hampa ketika mendapati diri ini hidup berjalan menuju kekosongan arti.
Malam itu usiaku sekitar 20 tahun. Aku begitu bangga karena menyelesaikan semua drama yang dipersembahkan kepada umat Tuhan di gereja tempat aku mengenal Kristus menjadi juruselamatku. Sebuah drama tentang kehidupan seorang hamba Tuhan negara Korea pada masa sebelum perpecahan Korea Utara dan Korea Selatan. Beberapa hal yang patut membuat kubangga adalah aku menjadi penulis ulang cerita yang disesuaikan dengan konteks penonton, terlibat sebagai pemain utama dan sutradara. Sekalipun durasi pementasan 40 menit, namun mampu menghasilkan kesan dan prestasi yang begitu baik. Aku harus berkata dengan jujur bahwa itu semua berkat kerjasama dan kemauan yang keras dari semua rekan muda saat itu. Semua pemain bahu membahu berkomitmen mensukseskan pementasan drama di HUT Sekolah Minggu Remaja, dan memang terbukti berhasil.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Pribadi yang prioritas di kehidupan ini".....................
Author: DR.Peter Lau (Founder)
•6:53 PM
KETIKA ISTRI HARUS (IKUT) BEKERJA.
Hidup di zaman sekarang ini sering kali membuat suami dan istri harus sama-sama bekerja, sehingga hal ini dapat menimbulkan persoalan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Seorang suami memang seharusnya bekerja, namun apabila para istri ikut bekerja juga, maka keduanya perlu memikirkan tentang bagaimana menjaga keseimbangan peran mereka sebagai orangtua bagi anak-anaknya dan keseimbangan hubungan diantara mereka sebagai suami dan istri. Seorang istri bekerja dapat terjadi karena beberapa alasan diantaranya persoalan finansial, merasa jenuh tinggal di rumah,terbiasa bekerja formal, menjaga sumber daya dirinya, ataupun karena hal lain. Sebab itu, apabila istri memang harus bekerja, maka beberapa hal di bawah ini seharusnya dilakukan, supaya kehidupan keluarga dapat berjalan baik, yaitu:
1. Menjaga kualitas hubungan dirinya dengan TUHAN.Apabila seseorang memasuki dunia kerja, maka mau tidak mau ia harus memasuki sebuah daerah perjuangan. Tiada pekerjaan di dunia ini yang tidak menimbulkan persoalan dan stres. Tak ada satupun pekerjaan yang dapat dilakukan dengan mudah. Semua pekerjaan pasti membuat kita meneteskan peluh dan menguras energi serta pikiran kita. Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan sering kali menimbulkan berbagai ketegangan dan ketidaknyamanan bagi kehidupan kita baik secara pribadi maupun keluarga. Memang saya tidak pungkiri bahwa ada saatnya kita merasa berbahagia karena mendapat hasil dari pekerjaan tersebut, namun kesulitan yang timbul seringkali meminimalkan rasa sukacita tersebut. Sebab itu, supaya tekanan-tekanan yang timbul dapat kita lalui, kita perlu senantiasa menjaga kualitas hubungan kita dengan sang pencipta, yaitu Tuhan.
Untuk membaca lengkap artikel ini, anda dapat klik ke judul di atas, "Ketika istri harus (ikut) bekerja".....................